Saturday, June 17, 2006

Crouch dan Gerrard dari Liverpool FC


Iya
, baru lawan Trinidad dan Tobago, sih. Biarin aja. Yang penting, yang nyetak gol adalah Crouch dan Gerrard. Dua-duanya dari Liverpool FC. Musim depan mereka jadi juara liga, siapa tahu.


Pagi ini aku mem-vermaak gigi. Lubang di geraham kanan ditambal, katanya dengan porselin. Rasanya aneh, mungkin karena belum biasa saja. Namun yang betul-betul terasa aneh adalah tempat yang tadinya merupakan deposit terumbu karang, yang telah kutimbun selama aku merokok kira tujuh tahunan. Tempat itu sekarang sepi, terumbu karangnya sudah benar-benar punah.

Tidak juga, sih. Masih ada sisanya sedikit. Asli, terasa aneh sekali di lidah. Semoga cepat terbiasa. Omong punya omong, semalam aku mencoba Sampoerna Mild barang empat kali hisap. Sepertinya aku tidak benar-benar ingin merokok lagi. Walaupun itu jauh lebih gampang dibandingkan dengan keinginan untuk kurus.

Sore ini aku memacu Smash-nya Doni sepanjang jalan dari Radar AURI lewat Jalan Baru, Margonda, Kampus UI, Kelapa Dua, Pal, Jalan Raya Bogor, kembali ke Radar AURI. Sepertinya Smash dan sebangsanya sudah cukup. Kalau yang lebih kuat lagi mungkin malah membuat dongkol di hati. Yah, begitulah jalan-jalan di Jakarta.

Dan jalan-jalan di antara pepohonan, dengan serangga yang beterbangan tepat di garis mata, membuatku harus menurunkan kaca helmku. Dan polisi-tidur yang botak di kanan kirinya, terkadang memaksaku menurunkan gigi, tapi segera melaju lagi. Begitulah gagasanku mengenai suasana romantis. Berdua, bertiga dengan persekitaran. Memang mengundang Satpam, tapi apa boleh buat. Akan kucoba, mungkin. Entah kapan.

Aku ingin jadi Romo. (menangis tersedu-sedu) Kelak akan ada tandanya, bilamana tiba waktunya aku menjadi Romo. Pasti berat, berat sekali. Tentu saja. Kalau ringan, semua orang mau jadi Romo. Kalau enak, semua saja ingin jadi Romo. Aku mau jadi Romo. Aku harus membiasakan diri dengan yang berat-berat itu. Padahal memulainya tidak sulit, di kamar mandi. Aku selalu lupa membaca doanya, mungkin itu sebabnya. Bolehkah?

Suara terkeras dalam hatiku terdengar seperti "Tidak Boleh", karena memang tidak boleh. Sekalipun Menapak Jalan Spiritual menawarkan suatu dalil yang kelihatannya cukup meyakinkan. Tetap aku tidak yakin. Semoga keyakinanku tidak dilandasi oleh nafsu. Ya Allah, jadikanlah hamba termasuk dalam golongan hamba-hambaMu yang selalu mengingatMu, bersyukur atas segala karuniaMu, dalam golongan hamba-hambaMu yang baik.

Aku merindukanmu, tubuhmu
Terasa nyaman dalam pelukanku
Akankah kurasakan dalam hidupku
Atau dalam kenangan. Entahlah.

No comments: