Memang paling pas menulis mengenai hal ini ketika Tomi Pes menyediakan bahu untuk menangis padanya. Memang apa yang akan ditulis. Tadinya hanya terpikir dua. Barusan jadi tiga. Maka daripada lupa harus segera ditulis. Inilah kisah tiga pendekar: Botean Jing, Boteku Cing, dan -yang terakhir terpikir- Botea Yam. Jika kisah ini berhenti di sini, jangan gusar. Jangan risau. Inilah gaya menulis arus kesadaran, aliran ketidakwarasan. Bisa saja di titik ini cerita beralih seperti bintang pada cikcek yang memakan kaki-kaki laba-laba satu demi satu jadi tinggal lima.
Jadi sudah berapa kaki dimakan cikcek. Jika kau tidak pernah tahu kisah Arachne menantang Minerva adu menenun, kau pasti tidak tahu. Jangan-jangan kau juga tidak pernah mendengar tentang Aragog, yang upacara pemakamannya dipimpin oleh Profesor Horace Slughorn. Barusan terpikir, bisa juga dibuat cerita mengenai tiga bersaudara Bo: Bo Teanjing, Bo Tekucing, dan Bo Teayam. Yang mana saja, dapat dibayangkan ini adalah sebuah epos atau roman. Minum cairan kecoklatan yang tiada lain adalah coklat panas di pagi hari yang telah larut lalu mengangguk-angguk.
Mengikuti rampaknya nyanyian Diana King mengenai cowok pemalu, dilanjut Noel berjoget ria di paginya yang sunyi. Uah, seandainya pagi ini sesunyi nyanyian Noel. Nyatanya, di hadapanku Peyang sibuk memotong-motong rumput bersama anak lelakinya. Terlihat betapa tidak profesionalnya, karena ia memang spesialis pembongkar rumah dan pedagang barang rongsokan. Helm MDR bau tai, Skechers Massage Fit bau tai, dan Under Armor Rapid keplek-keplek berjemur di bawah sinar lemah matahari tersaput awan tebal tipis. Tidak apa. Bagus untuk Peyang.
Alih Manhattan mengajak tersenyum lagi. Apa yang membuat tersenyum. Jangankan lagi, sepagian ini belum ada alasan untuk tersenyum, kecuali sinar matahari sedikit mengintip dari balik mendung. Inilah cuaca sebelum Imlek, begitu kata orang. Ketika setiap tahun begini saja, ada tahun baru yang mencoba sepersis mungkin dengan peredaran bumi mengelilingi matahari. Ada tahun baru yang tidak peduli, justru dihitung dari peredaran bulan mengelilingi bumi sebanyak dua belas kali. Sedangkan hari dimulai tidak dari terbit tetapi terbenamnya sang mentari.
Bisikan pelaksana halus pula mengingatkan satu-satunya buah kesukaan. Sebenarnya buah sungguhan ada juga, yaitu pepaya. 'Tuh 'kan tetap saja sugestif. Ya sudah biar saja sekalian. Memang satu, atau tepatnya, dua-duanya yang disukai adalah buah dada. Lainnya tidak pernah terlalu. Tidak pernah dicari jika tidak ada. Ada pun belum tentu disenggol. Namun buah dada, jangan sembarang disenggol kalau tidak mau kena tuduhan pelecehan seksual. Jaman sekarang kekerasan sesksual bisa verbal bahkan gestural. Apatah bebuah dada, memandangi wajah terlalu lama bisa kena.
Rempah Bayi menyanyikan sangat baik atawa samba musim panas dengan sensualnya, disusul dengan kesendirian oleh kehidupan barat. Secangkir air panas membilas noda-noda cairan kehitaman pada dinding cangkir keramik hitam di luar putih di dalam. Soledad njot-njotan tak ubahnya surinjot 'lang-elangan adalah bunyi-bunyian dari masa lalu, hampir dua puluh lima tahun. Entah apa yang dilakukan aing lalad jambu dengan erang-erang dan Neng Milla [Jovovich]. Ketika itu ia masih akhir dua puluhan, jadi maklum masih tolol. Kalau sekarang masih begitu, entahlah.
Suatu hari nanti kita akan bersama dan kita 'kan berbagi cinta ini selamanya. Tokai. Dulu tak percaya apalagi sekarang. Makhluk-makhluk astral seperti aing lalad jambu dan pendekar hina kelana vespa merah jambu memang tidak tercipta untuk yang seperti-seperti itu. Satunya hidup dari sasetan: kopi, shampoo, deterjen, apapun, yang penting sasetan. Satu lagi hidup dari alam, apakah setandan pisang atau seikat kangkung, pokoknya dari alam. Kalau Mbak Deborah Gibson sekarang kurus sekali dan menua, ya memang begitu perjalanan waktu, jika percaya.
Jadi sudah berapa kaki dimakan cikcek. Jika kau tidak pernah tahu kisah Arachne menantang Minerva adu menenun, kau pasti tidak tahu. Jangan-jangan kau juga tidak pernah mendengar tentang Aragog, yang upacara pemakamannya dipimpin oleh Profesor Horace Slughorn. Barusan terpikir, bisa juga dibuat cerita mengenai tiga bersaudara Bo: Bo Teanjing, Bo Tekucing, dan Bo Teayam. Yang mana saja, dapat dibayangkan ini adalah sebuah epos atau roman. Minum cairan kecoklatan yang tiada lain adalah coklat panas di pagi hari yang telah larut lalu mengangguk-angguk.
Mengikuti rampaknya nyanyian Diana King mengenai cowok pemalu, dilanjut Noel berjoget ria di paginya yang sunyi. Uah, seandainya pagi ini sesunyi nyanyian Noel. Nyatanya, di hadapanku Peyang sibuk memotong-motong rumput bersama anak lelakinya. Terlihat betapa tidak profesionalnya, karena ia memang spesialis pembongkar rumah dan pedagang barang rongsokan. Helm MDR bau tai, Skechers Massage Fit bau tai, dan Under Armor Rapid keplek-keplek berjemur di bawah sinar lemah matahari tersaput awan tebal tipis. Tidak apa. Bagus untuk Peyang.
Alih Manhattan mengajak tersenyum lagi. Apa yang membuat tersenyum. Jangankan lagi, sepagian ini belum ada alasan untuk tersenyum, kecuali sinar matahari sedikit mengintip dari balik mendung. Inilah cuaca sebelum Imlek, begitu kata orang. Ketika setiap tahun begini saja, ada tahun baru yang mencoba sepersis mungkin dengan peredaran bumi mengelilingi matahari. Ada tahun baru yang tidak peduli, justru dihitung dari peredaran bulan mengelilingi bumi sebanyak dua belas kali. Sedangkan hari dimulai tidak dari terbit tetapi terbenamnya sang mentari.
Bisikan pelaksana halus pula mengingatkan satu-satunya buah kesukaan. Sebenarnya buah sungguhan ada juga, yaitu pepaya. 'Tuh 'kan tetap saja sugestif. Ya sudah biar saja sekalian. Memang satu, atau tepatnya, dua-duanya yang disukai adalah buah dada. Lainnya tidak pernah terlalu. Tidak pernah dicari jika tidak ada. Ada pun belum tentu disenggol. Namun buah dada, jangan sembarang disenggol kalau tidak mau kena tuduhan pelecehan seksual. Jaman sekarang kekerasan sesksual bisa verbal bahkan gestural. Apatah bebuah dada, memandangi wajah terlalu lama bisa kena.
Rempah Bayi menyanyikan sangat baik atawa samba musim panas dengan sensualnya, disusul dengan kesendirian oleh kehidupan barat. Secangkir air panas membilas noda-noda cairan kehitaman pada dinding cangkir keramik hitam di luar putih di dalam. Soledad njot-njotan tak ubahnya surinjot 'lang-elangan adalah bunyi-bunyian dari masa lalu, hampir dua puluh lima tahun. Entah apa yang dilakukan aing lalad jambu dengan erang-erang dan Neng Milla [Jovovich]. Ketika itu ia masih akhir dua puluhan, jadi maklum masih tolol. Kalau sekarang masih begitu, entahlah.
Suatu hari nanti kita akan bersama dan kita 'kan berbagi cinta ini selamanya. Tokai. Dulu tak percaya apalagi sekarang. Makhluk-makhluk astral seperti aing lalad jambu dan pendekar hina kelana vespa merah jambu memang tidak tercipta untuk yang seperti-seperti itu. Satunya hidup dari sasetan: kopi, shampoo, deterjen, apapun, yang penting sasetan. Satu lagi hidup dari alam, apakah setandan pisang atau seikat kangkung, pokoknya dari alam. Kalau Mbak Deborah Gibson sekarang kurus sekali dan menua, ya memang begitu perjalanan waktu, jika percaya.













