Seperti rencana semula, lebih baik aku mengitiki mengenai kaset-kaset Beatles yang pernah 'ku miliki. Miliki. Tentu tidak dalam arti kaset-kaset itu 'ku beli dengan uang sendiri atau diberikan padaku. Aku tidak pernah benar-benar ingat adakah di antara mereka yang begitu, namun ini adalah kaset-kaset Beatles yang pernah berada dalam penguasaanku sepanjang hidupku. Nah, ini lebih tepat. Aku tidak pasti apakah pernah menjadi eigenaar, tapi setidaknya akulah bezitter kaset-kaset ini. Apa dengan demikian aku tak boleh bercerita mengenai folder Beatles Discography-ku.
Kita mulai dengan kaset yang mungkin berisi hampir semua isi album Let It Be, kecuali yang diganti atau ditambahi dengan yang disukai si penyusun. Dan memang banyak sekali lagu yang tidak ada. Jujur, yang aku yakin hanya Let It Be dan The Long and Winding Road. Aku bahkan tidak yakin kalau Get Back ada. Justru aku yakin di situ ada Rain dan Hey Bulldog. Demikian itu memang kaset di Indonesia sepanjang '70-an sampai '80-an. Selalu terkenang mereka berempat berpakaian serba hitam, bercambang bauk; mungkin kecuali George pakai celana jeans biru.
Lama sekali setelah itu, mungkin di 1984-5, baru ada tambahan kaset Beatles baru. Jika yang pertama itu mereka berempat dari akhir 1960-an, ini adalah wajah-wajah muda mereka di depan Union Jack. Judul kaset itu The Beatles Compleat. Ibu tidak bisa membiarkannya, selalu mengomel. Ternyata di jaman itu orang bisa bikin kaset tapi tidak bisa bahasa Inggris. Seperti biasa, entah bagaimana, Sisi A dibuka dengan Thank You, Girl ditutup dengan All I've Got to Do. Sisi B dibuka dengan Happiness is a Warm Gun ditutup dengan mungkin Dear Prudence, maka dikata komplit.
Tak lama setelah itu, di tahun-tahun terakhir di Kemayoran, Bapak membeli kaset Beatles baru bersampul seperti Kombo Kelab Hati Kesepian milik Sersan Merica; tapi Sisi A dimulai dengan Musik Batu dan 'Guling, dilanjut dengan I Should Have Known Better, lalu I'm Happy Just to Dance With You... banyak 'lah lagu Beatles yang bagus-bagus ada di kaset ini. Bapak berkata, kalau cuma didengar percuma, harus ikut bernyanyi. Maka mencobalah aku ikut bernyanyi dengan membaca lirik yang ada pada sampul dilipat-lipat. Banyak lagu 'ku hafal dari kaset itu, sampulnya.
Pindah ke Radio Dalam, ada lagi satu kaset Beatles baru berkotak plastik, bersampul mereka berempat sedang tos. Di kaset inilah aku kali pertama mendengar I Saw Her Standing There. Entah bagaimana tidak banyak yang 'ku ingat lagu-lagu dari kaset ini. Di Radio Dalam pula aku mendengar album Bas Muys bertajuk the Beatles' Secret Songs milik Oom Alvaro Julian, adiknya Oom Novaro. Paling terkenang darinya From a Window. 'Ku rasa di Kemayoran itulah ke-Beatles-anku dibentuk, karena di Radio Dalam sudah tidak terlalu; meski bermusikku terus berkembang.
Ada juga kaset ketika SMP atau bahkan SMA, di mana ada From Me to You, Chains. Pernah juga Bapak pinjam kaset entah siapa yang ada Hello Goodbye, Baby It's You, Hold Me Tight, You Really Got A Hold on Me. Ini tidak lama di rumah karena memang hanya pinjam. Selebihnya sungguh aku tidak tahu bagaimana aku sampai tahu lagu-lagu Beatles. Mungkin perlu 'ku sebut buku lagu The Beatles Complete yang tentu saja banyak lagunya yang 'ku tak tahu, terutama dari era psikedelik. Kelas 3 SMP itu kemampuanku bergitar sudah lumayan untuk mengiringi aku menyanyi.
Tentu saja di rumah pernah ada Live at the BBC, mungkin dari adik. Anthology 1 dan 2 'ku rasa gara-gara menukar Compleat kami dengan Herbert. Di titik ini, Beatles sudah tidak mempesona, justru sudah menjadi bagian dari urat dan akarku sendiri, darah dan dagingku sendiri. Di titik ini, aku menemukan kenyamananku sejati dari musik-musik instrumentalia. Kini aku punya diskografi komplit the Beatles dalam satu folder, kecuali tentu Now and Then, tapi aku bisa mendengarkannya tiap saat 'ku mau di Youtube; kini setelah Bapak tiada dan aku sendiri menua.
Kita mulai dengan kaset yang mungkin berisi hampir semua isi album Let It Be, kecuali yang diganti atau ditambahi dengan yang disukai si penyusun. Dan memang banyak sekali lagu yang tidak ada. Jujur, yang aku yakin hanya Let It Be dan The Long and Winding Road. Aku bahkan tidak yakin kalau Get Back ada. Justru aku yakin di situ ada Rain dan Hey Bulldog. Demikian itu memang kaset di Indonesia sepanjang '70-an sampai '80-an. Selalu terkenang mereka berempat berpakaian serba hitam, bercambang bauk; mungkin kecuali George pakai celana jeans biru.
Lama sekali setelah itu, mungkin di 1984-5, baru ada tambahan kaset Beatles baru. Jika yang pertama itu mereka berempat dari akhir 1960-an, ini adalah wajah-wajah muda mereka di depan Union Jack. Judul kaset itu The Beatles Compleat. Ibu tidak bisa membiarkannya, selalu mengomel. Ternyata di jaman itu orang bisa bikin kaset tapi tidak bisa bahasa Inggris. Seperti biasa, entah bagaimana, Sisi A dibuka dengan Thank You, Girl ditutup dengan All I've Got to Do. Sisi B dibuka dengan Happiness is a Warm Gun ditutup dengan mungkin Dear Prudence, maka dikata komplit.
Tak lama setelah itu, di tahun-tahun terakhir di Kemayoran, Bapak membeli kaset Beatles baru bersampul seperti Kombo Kelab Hati Kesepian milik Sersan Merica; tapi Sisi A dimulai dengan Musik Batu dan 'Guling, dilanjut dengan I Should Have Known Better, lalu I'm Happy Just to Dance With You... banyak 'lah lagu Beatles yang bagus-bagus ada di kaset ini. Bapak berkata, kalau cuma didengar percuma, harus ikut bernyanyi. Maka mencobalah aku ikut bernyanyi dengan membaca lirik yang ada pada sampul dilipat-lipat. Banyak lagu 'ku hafal dari kaset itu, sampulnya.
Pindah ke Radio Dalam, ada lagi satu kaset Beatles baru berkotak plastik, bersampul mereka berempat sedang tos. Di kaset inilah aku kali pertama mendengar I Saw Her Standing There. Entah bagaimana tidak banyak yang 'ku ingat lagu-lagu dari kaset ini. Di Radio Dalam pula aku mendengar album Bas Muys bertajuk the Beatles' Secret Songs milik Oom Alvaro Julian, adiknya Oom Novaro. Paling terkenang darinya From a Window. 'Ku rasa di Kemayoran itulah ke-Beatles-anku dibentuk, karena di Radio Dalam sudah tidak terlalu; meski bermusikku terus berkembang.
Ada juga kaset ketika SMP atau bahkan SMA, di mana ada From Me to You, Chains. Pernah juga Bapak pinjam kaset entah siapa yang ada Hello Goodbye, Baby It's You, Hold Me Tight, You Really Got A Hold on Me. Ini tidak lama di rumah karena memang hanya pinjam. Selebihnya sungguh aku tidak tahu bagaimana aku sampai tahu lagu-lagu Beatles. Mungkin perlu 'ku sebut buku lagu The Beatles Complete yang tentu saja banyak lagunya yang 'ku tak tahu, terutama dari era psikedelik. Kelas 3 SMP itu kemampuanku bergitar sudah lumayan untuk mengiringi aku menyanyi.
Tentu saja di rumah pernah ada Live at the BBC, mungkin dari adik. Anthology 1 dan 2 'ku rasa gara-gara menukar Compleat kami dengan Herbert. Di titik ini, Beatles sudah tidak mempesona, justru sudah menjadi bagian dari urat dan akarku sendiri, darah dan dagingku sendiri. Di titik ini, aku menemukan kenyamananku sejati dari musik-musik instrumentalia. Kini aku punya diskografi komplit the Beatles dalam satu folder, kecuali tentu Now and Then, tapi aku bisa mendengarkannya tiap saat 'ku mau di Youtube; kini setelah Bapak tiada dan aku sendiri menua.


No comments:
Post a Comment